Sugarbook, Aplikasi Pencarian Teman yang Harus Kamu Waspadai

Sugarbook, Aplikasi Pencarian Teman yang Harus Kamu Waspadai

Aplikasi Sugarbook sedang menjadi pembicaraan ramai di Malaysia dan menjadi viral di media sosial.

Sugarbook adalah aplikasi pertemanan yang menjembatani para “sugar baby” yang ingin mencari “sugar daddy” maupun “sugar mommy“. Aplikasi ini banyak diikuti oleh banyak wanita malaysia, terutama mahasiswa. Mereka menawarkan diri sebagai “sugar baby” di situs aplikasi ini. Hal ini diklaim sendiri oleh situs kencan tersebut.

Namun MCMC menyatakan bahwa klaim seperti itu harus diselidiki karena profil pengguna dapat dimanipulasi untuk tujuan menipu korban.

Aplikasi Sugarbook diketahui mencocokkan “sugar daddies” dengan “sugar baby” atau pria yang lebih tua dan umumnya kaya dengan wanita muda, untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.

Menurut laporan Bernama, selama pandemi Covid-19 semakin banyak mahasiswa di Malaysia yang menggunakan aplikasi ini untuk mencari sugar daddies untuk mendapatkan uang dengan mudah guna menyelesaikan masalah keuangan mereka, seperti dikutip Selasa (17/2/2021).

Bahkan Presiden National Students Colsultative Council Muhammad Amiar Asyraf Mohd Sabri mengatakan statistik menunjukkan ada 12.705 mahasiswa perguruan tinggi Malaysia yang terdaftar di Sugarbook. Terjadi peningkatan 40% pendaftaran pengguna baru pada aplikasi tersebut karena tekanan ekonomi yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMM) telah memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai aplikasi ini. Disinyalir aktivitas dari aplikasi ini membuka pintu ke perilaku tidak bermoral seperti mengorganisi pesta liar, hubungan terlarang, dan aktivitas ilegal seperti menyediakan layanan prostitusi online.

Nah, pada hari ini (16/2/2021), Malaysian Communication and Multimedia Commision (MCMC) telah memblokir akses ke situs web Sugarbook dengan tudingan melanggar aturan Malaysia. Sayang MCMC tidak mencantumkan secara resmi alasan pemblokiran tersebut.

Sebelumnya, MCMC mengatakan sedang memantau dan menyelidiki Sugarbook dan akan mengambil tindakan terhadap pengguna dan pemilik platform jika mereka melanggar hukum.

Selain Sugarbook, ada berbagai aplikasi lain itu menawarkan “layanan kencan” atau layanan asmara yang mendalam. Baru-baru ini, situs berbasis di AS yang mirip dengan Sugarbook mengklaim Malaysia memiliki jumlah sugar daddies ketiga terbanyak di Asia di belakang India dan Indonesia.

Pengguna harus sadar bahwa mereka mudah tertipu dan terkena risiko kejahatan dunia maya jika tidak mengambil tindakan keamanan dunia maya dan pengendalian diri.

Risiko penipuan cinta akan meningkat dengan risiko malware dan spyware, kebocoran informasi pribadi, dan pelecehan seksual.

Berkaitan dengan hal tersebut, MCMC ingin berpesan kepada para pengguna aplikasi internet untuk selalu berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi saat browsing media sosial atau aplikasi online, terutama untuk berhubungan dengan orang asing misalnya di situs pencarian teman.

“Jika ada unsur prostitusi, PDRM akan menindak lebih lanjut. Orang tua dan wali disarankan untuk terus memantau perilaku online anak dibawah pengawasan masing-masing dan peka terhadap perubahan gaya hidup yang bisa menimbulkan keraguan,” katanya.

Dirangkum dari berbagai sumber: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210216123300-37-223656/ya-ampun-ada-lho-aplikasi-cari-om-om-senang, https://www.antaranews.com/berita/2000445/malaysia-minta-waspadai-aplikasi-sugarbook, https://www.suara.com/lifestyle/2021/02/15/185326/aplikasi-sugarbook-viral-di-malaysia-benarkah-buat-cari-sugar-daddy?page=2

About The Author

Restia Setiowati

No Comments

Leave a Reply