Ingin Usir Penyusup dari Rapat Zoom? Coba 4 Tips Ini!

Ingin Usir Penyusup dari Rapat Zoom? Coba 4 Tips Ini!

Pengguna Aplikasi Zoom pasti tau apa itu zoombombing, ini adalah risiko paling terkenal saat rapat menggunakan aplikasi video konferensi Zoom. Masalah ini bisa mengakibatkan tamu tak diundang bergabung ke rapat karena kemungkinan telah menemukan ID rapat yang dibagikan di forum publik.

Pelaku biasanya akan mencoba menebak ID rapat yang valid demi dapat bergabung pada pertemuan. Kemudian mereka akan mengacaukan rapat dengan berbagai cara. Misalnya, membajak rapat, kemudian membagikan media yang tak seharusnya atau membuat komentar yang tak seharusnya.

Atau, pelaku kejahatan bisa memilih untuk tetap diam dengan tujuan memata-matai pertemuan tersebut. Dengan cara ini, mereka bisa mendapatkan informasi seperti siapa saja orang yang terlibat, bekerja untuk perusahaan apa dan apa topik yang diskusikan. Ini nantinya bisa mereka gunakan untuk melakukan serangan lain, seperti kampanye phishing di masa mendatang.

Untuk menghindari hal tersebut, berikut 4 cara yang bisa dilakukan, seperti dikutip oleh tekno.tempo.co dari Security Intelligence, 12 Februari 2021:

1. Menangguhkan rapat

Ini memungkinkan tuan rumah dan rekan untuk menangguhkan fungsi rapat, termasuk video, audio, obrolan dalam rapat, dan ruang breakout. Jika mereka memilih opsi itu, platform Zoom akan menanyakan peserta apakah mereka ingin mengeluarkan pengguna yang melakukan Zoombombing dari rapat dan membagikan detail apa pun, termasuk tangkapan layar.

Ini bisa digunakan untuk menghapus orang tersebut dari panggilan dan memberi tahu tim Kepercayaan & Keamanan Zoom. Pada saat itu, tuan rumah dan rekannya juga dapat melanjutkan rapat dengan mengaktifkan kembali fungsi satu per satu.

2. Melaporkan peserta yang mengganggu

Hal ini memungkinkan pengguna—tidak hanya tuan rumah dan rekannya, tapi siapapun yang ada dalam rapat—untuk melaporkan perilaku mengganggu seperti Zoombombing dari dalam klien Zoom menggunakan lencana “Keamanan”. Yang perlu dilakukan oleh semua pemilik akun dan admin adalah mengaktifkan pelaporan untuk non-host di setelan web mereka.

3. At-Risk Meeting Notifier

Untuk melengkapi langkah di atas, bisa menggunakan fitur At-Risk Meeting Notifier. Fitur ini memindai postingan media sosial dan situs web lain untuk tautan pertemuan Zoom yang dibagikan secara publik.

Jika menemukan tautan yang berisiko terganggu oleh Zoombombing, alat tersebut akan memberi tahu pemilik akun dan memberikan panduan untuk langkah selanjutnya. Langkah tersebut dapat melibatkan pembatalan dan penjadwalan ulang rapat menggunakan ID rapat yang berbeda.

4. Perbarui secara berkala aplikasi Zoom

Peneliti terus-menerus menemukan ancaman dan risiko keamanan baru yang memengaruhi Zoom. Oleh karena itu, upayakan untuk menerapkan pembaruan aplikasi secara berkelanjutan.

Selain itu, pertimbangkan untuk menguji fitur baru saat pengembang aplikasi menyediakannya. Pada saat yang sama, organisasi dan pengguna dapat mengambil langkah khusus untuk meminimalkan ancaman Zoombombing.

Kiat keamanan ini termasuk tidak membagikan ID rapat Zoom di situs web publik seperti platform media sosial. Termasuk dalam tips teknologi di poin ini adalah menggunakan kata sandi untuk mencegah siapa pun bergabung dalam panggilan, menyiapkan ruang tunggu untuk menyaring tamu yang tidak terduga, dan menonaktifkan berbagi layar otomatis.

About The Author

Restia Setiowati

No Comments

Leave a Reply