5 Peluang Bisnis Di Tengah New Normal

5 Peluang Bisnis Di Tengah New Normal

Pergeseran pola hidup dan pola konsumsi diprediksi akan terjadi setelah PSBB distop oleh pemerintah. Jika banyak tokoh ekonomi sering mengulang-ulang kata, “krisis adalah peluang” disinilah momentnya, di “New Normal Life”. Berikut adalah 5 peluang bisnis di tengah New Normal yang bisa Anda pertimbangkan, dilansir dari kanal youtube “Ide Gila Untuk Indonesia”.

1. Segera Starting Business 

Tingkat konsumsi rumah tangga diprediksi kan naik di kirasan 30-200%, tergantung wilayah. Tentunya ini peluang besar untuk produsen barang primer dan sekunder. Jadi, sangat disarankan bagi Anda untuk starting business terkait kebutuhan barang primer dan sekunder tersebut. Untuk barang tersier diprediksi belum terlalu menggairahkan karena orientasi masyarkat yang masih berhati-hati dalam spending their money.

2. Ekspansi Business

Jika Anda sudah punya bisnis dan established, yang well running sebelum PSBB diberlakukan maka jangan ragu untuk ekspansi. Sekarang banyak lapak, toko, atau ruko yang kosong karena penyewa lama keluar. Harga sewa pun turun di kisaran 10-30% tergantung lokasi. Jika Anda melihat peluang di satu lokasi, lakukan ekspansi usaha di lokasi tersebut dan jika ada lapak atau ruko kosong, maka segera begerak, isilah segera, jangan sia-sia kan peluang. Nego harga sewanya dan usahakan Anda dapat diskon sampai dengan 30%.

Jika Anda mau ekspansi tapi tidak punya modal segera ke Bank ajukan pinjaman, kredit usaha ataupun KTA. Suku bunga  acuan sekarang di level 4,5%, dan saat di bank kami sarankan agar Anda bernegosiasi agar Anda mendapatkan bunga yang lebih ringan. Jika bunga yang ditawarkan masih di atas 6% dan tidak bisa kurang dari itu maka ucapkanlah terima kasih, segera angkat kaki dan pindah ke Bank sebelah. Jangan pakai pinjaman online ya. Rentenir era milenial yang satu ini sadisnya bukan main loh!

3. Migrasi Business

Jika selama ini Anda memproduksi barang yang booming karena waspada Corona dan PSBB, maka segeralah bertahap untuk migrasikan bisnis Anda ke produksi barang yang Anda semula produksi sebelum masa PSBB atau barang yang stabil demandnya di masa normal. Hati-hati berbisnis barang yang mendadak demandnya tinggi, karena akan cepat hilang juga konsumennya.

Contoh, Saya punya usaha produksi kerudung dan pakaian yang sejak Februari 2020 Saya migrasikan ke produksi masker. Mulai awal bulan Mei 50% produksi saya migrasikan dan minggu lalu 50% lagi saya migrasikan kembali ke bisnis saya yang lama, yaitu produksi kerudung.

4. Bisnis Online

Sedikit telat memang jika Anda baru Start sekarang. Tetapi lebih baik daripada tidak memulainya sama sekali. Daya beli masyarakat akan naik dan berjualan secara online juga diprediksi akan lebih bergairah dibandingkan selama PSBB. Barang yang akan naik demand nya sama seperti di pasar offline, barang primer dan barang sekunder. Disarankan untuk berjualan barang kesehatan, seperti keperluan rumah tangga, pakaian non formal atau non event, bahan pokok, ataupun makanan kemasan.

5. Investasi

untuk jangka panjang memang ada baiknya Anda investasi di perusahaan besar yang sekarang lagi anjlok parah sahamnya. Tetapi untuk jangka pendek dan mau untung dalam waktu singkat, invest uang Anda atau join bisnis di UKM ataupun UMKM. Logikanya, recovery ekonomi sama dengan kenaikan daya beli atau sama dengan bergairahnya pasar. Dengan fakta 99% usaha di Indonesia adalah UMKM maka perputaran uang yang melonjak setelah PSBB pasti mayoritasnya akan terserap oleh UMKM. So, ini peluang besar.

 

About The Author

Restia Setiowati

No Comments

Leave a Reply