3 Tren Media Sosial yang Harus Diperhatikan Pada Tahun 2021

3 Tren Media Sosial yang Harus Diperhatikan Pada Tahun 2021

Berikut adalah perubahan yang harus Anda perhatikan terkait interaksi dan jangkauan media sosial dalam beberapa bulan mendatang.

Tahun 2020 telah berakhir, dan untuk sebagian besar hal-hal dan peristiwa yang telah terjadi ini merupakan kelegaan. Namun, para pemasar digital hampir tidak punya waktu untuk bersantai, karena mereka memulai tahun ini seperti saat mereka menyambut tahun 2020  dengan waspada dan siap untuk mengerahkan seluruh strategi online mereka sebagai reaksi terhadap peristiwa global yang tak terduga.

Sebagai pengingat, penting untuk tetap gesit dan mudah beradaptasi dan bersiap untuk hal yang tidak dapat diprediksi. Berikut adalah beberapa prediksi dan tren yang harus diingat dan dipikirkan oleh pemasar digital dan manajer media sosial untuk 12 bulan ke depan:

1. Manfaatkan Influencer dan konten buatan pengguna

Ketika kita beralih dari tahun yang penuh cobaan bagi bisnis, konsumen mulai mengandalkan influencer untuk mendapat rekomendasi produk atau layanan.

Influencer online adalah pembuat konten yang sangat efektif dan akan terus memainkan peran penting dalam strategi pemasaran digital merek, bahkan saat aktivitas mulai menuju normal pada tahun 2021. Selebriti online ini telah memiliki followers yang akan terus mendambakan kontennya sebagai sumber informasi yang andal, meskipun influencer disponsori oleh suatu merek. Faktanya, 84% konsumen telah berbelanja online sejak pandemi dimulai, mempromosikan produk dengan “sweep up” sederhana untuk membeli dalam cara digital.

Tidak hanya influencer yang membuat konten bermakna. Konten buatan orang biasa juga akan terus berkembang tahun ini, karena pengguna online terus mengurangi kebosanan. Kurangnya interaksi sosial membuat mereka banyak bersuara di media sosial. Livestreaming di Instagram meningkat 70% selama beberapa bulan pertama pandemi, dan tren ini kemungkinan akan terus berlanjut.

Langkah Selanjutnya: Cari dan identifikasi influencer yang cocok dengan tujuan pemasaran dan organisasi Anda. Melalui influencer yang memberi pengaruh pada banyak orang, merek hanya membutuhkan waktu untuk menemukan kecocokannya dengan pelanggan.

Untuk konten buatan pengguna, merek harus memanfaatkan tren ini dan terlibat dengan konsumen yang membantu mempromosikan produk atau layanan mereka secara organik. Misalnya, lihat Ocean Spray.

2. Social Listening akan mendorong pengembangan konten dan pesan.

Peristiwa tahun 2020 membuat merek secara konsisten perlu mengubah atau mengevaluasi kembali pesan online saat mereka menghadapi masalah yang tidak pernah dialami namun harus diatasi oleh banyak orang, seperti krisis perawatan kesehatan global, gerakan melawan ketidakadilan rasial, bencana lingkungan yang meluas, dan lainnya. Dan sementara merek merasakan tekanan untuk berkontribusi dalam percakapan online tentang masalah ini, sering kali pesan reaktifnya gagal, terasa tidak natural.

Namun, banyak merek/bisnis mendapat pelajaran, dan 2021 akan menjadi tahun sosial listening, dengan waktu dan investasi terhadap tools yang akan membantu manajer merek mengikuti percakapan online untuk menentukan apakah merek tersebut diperlukan, atau diinginkan, dalam percakapan tersebut. Selain melacak tren topik yang relevan, manajer merek harus meluangkan waktu untuk mendengarkan dan mengidentifikasi apa yang penting bagi audiens, kemudian menyesuaikannya. Survei Tren Sosial Hootsuite baru-baru ini menunjukkan bahwa 66% responden menyatakan bahwa sosial listening telah meningkatkan nilai bagi organisasi mereka selama 12 bulan terakhir.

Tren ini berlaku untuk konten organik dan berbayar. Saat merek mulai mendengarkan audiensnya dengan lebih baik, mereka akan dapat membuat iklan yang lebih sesuai dan mampu beradaptasi dengan perilaku konsumen saat ini.

Langkah Selanjutnya: Mendengarkan secara langsung menjadi lebih mudah dan efektif dengan alat seperti Talkwalker, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah investasi waktu untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Inspire PR Group menyisihkan waktu setiap hari untuk memantau percakapan online untuk klien kami dan menganalisis tren melalui Talkwalker, mengetahui bahwa perubahan dalam percakapan penting terjadi 24/7.

Merek juga harus bersiap merespon masalah yang muncul di media sosial, sehingga tim pemasaran dan humas siap untuk mengambil langkah-langkah yang disengaja untuk bereaksi, alih-alih merespons tanpa direncanakan, yang mungkin berdampak negatif.

3. Perhatikan kenaikan iklan Instagram.

Instagram mencuri perhatian pada tahun 2020. Dengan lebih dari 1 miliar orang menggunakan Instagram setiap bulan, dan 90% akun Instagram mengklaim mengikuti setidaknya satu bisnis di platform tersebut, tidak heran iklan Instagram menjangkau semua platform media sosial lainnya di Q4 tahun 2020 .

Konten video telah menjadi raja selama beberapa waktu di media sosial, dan konten singkat telah membuat heboh dalam beberapa tahun terakhir sehingga Instagram sangat popoluer di masyarakat. Baru-baru ini, telah terjadi perubahan yang signifikan dalam cara konsumen menggunakan platform. Meskipun sebelumnya hanya berfungsi sebagai tempat untuk melihat foto teman dan menjelajahi meme lucu, Instagram kini berfungsi sebagai tempat bagi merek untuk menjangkau calon pelanggan. Survei Facebook menemukan bahwa 83% pengguna Instagram menemukan produk atau layanan baru di platform tersebut, dan 87% mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan setelah melihat informasi produk di Instagram.

Apa yang lebih menarik? Hanya 1% pengguna di Instagram yang menggunakannya sebagai satu-satunya platform media sosial mereka. Artinya, sebagian besar pengguna Instagram juga dapat ditemukan di Facebook, YouTube, Twitter, Snapchat, TikTok, dll. Untuk pemasar yang ingin menjangkau konsumen di beberapa platform berbeda, Instagram adalah tempat terbaik.

Langkah Selanjutnya: Jika Anda baru mengenal iklan Instagram, langkah pertama adalah mempelajari cara kerjanya dan berapa biayanya. Seperti Facebook, Ada berbagai opsi iklan yang tersedia bergantung pada tujuan bisnis Anda.

Jika iklan Instagram sudah menjadi bagian dari strategi pemasaran digital Anda, Anda selangkah lebih maju. Banyak marketer menyarankan untuk meningkatkan anggaran iklan Instagram selama 12 bulan ke depan, mengingat Instagram mengalami pertumbuhan pengguna baru terbesar antara Juli dan September 2020 dan terus mengalami peningkatan.

Sumber: https://www.prdaily.com/3-social-media-trends-to-watch-in-2021/

About The Author

Restia Setiowati

No Comments

Leave a Reply