3 Aplikasi Pelacak Virus Corona Asal Indonesia

3 Aplikasi Pelacak Virus Corona Asal Indonesia

Virus Corona Covid-19 telah menyebar di berbagai negara. Hal ini menuntut berbagai instansi pemerintah maupun swasta memikirkan cara meredam wabah ini. Salah satunya dengan menciptakan aplikasi pelacakan (tracing) terhadap masyarakat di suatu negara. Penggunaan aplikasi dinilai sangat efesien karena berguna melacak pergerakkan pasien yang terjangkit corona sehingga bisa lebih mudah mendeteksi penyebarannya. Dirangkum dari covid19.go.id dan cnbcindonesia.com, berikut adalah 2 aplikasi pendeteksi Corona di Indonesia:

1. PeduliLindungi


PeduliLindungi adalah aplikasi tracing yang digunakan untuk melacak pasien kasus corona, penyebaran, hingga dapat melihat kondisi kesehatan masyarakat. PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan oleh anak bangsa dan diperkenalkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai salah satu upaya untuk meredam wabah virus corona di Indonesia.

Cara kerjanya mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. Aplikasi ini sudah bisa diunduh melalui perangkat Android secara gratis. Bekerjasama dengan para operator seluler, lokasi pasien akan ditelusuri selama 14 hari ke belakang, melacak lokasi saat ini, dan mencegah pasien melewati wilayah karantina.

2. Fight Covid

Aplikasi Fight COVID-19 digunakan oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk melacak setiap pergerakan orang yang baru datang dari daerah episentrum COVID-19 ke wilayah Bangka Belitung. Setiap pendatang yang baru memasuki wilayah Bangka Belitung dipasangi tanda dan diminta untuk menggunakan aplikasi Fight COVID-19.

Aplikasi itu digunakan untuk menyimpan riwayat perjalanan pendatang tersebut setibanya di Bangka Belitung dengan mengambil data lokasi atau GPS yang berada di ponsel setiap orang. Jika seseorang tidak mematuhi karantina mandiri selama 14 hari setelah kedatangannya, pemerintah tetap bisa melacak riwayat perjalanannya menggunakan data lokasi yang tersimpan di aplikasi Fight COVID-19.

Pemanfaatan data lokasi melalui aplikasi Fight COVID-19 ini dapat membantu melacak riwayat perjalanan seseorang yang termasuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akurat. Tujuan pelacakan riwayat perjalanan ini adalah untuk mengetahui penyebaran virus secara kelompok atau kluster, sehingga memudahkan pengendalian virus dengan mengkarantina orang-orang yang memiliki kemungkinan terpapar COVID-19.

3. L-Cov

L-Cov adalah aplikasi pelacak Covid-19 yang diluncurkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) Kementerian Perhubungan.  Aplikasi ini dapat mempermudah para pengguna transportasi ataupun operator transportasi umum dalam memantau peredaran Covid-19 di tengah aktivitas sehari-hari.

L-Cov berguna untuk memetakan daerah mana yang tergolong zona merah dan akan dilalui transportasi umum. Melalui fitur Pantau Jalan, pengguna dapat mengetahui potensi penyebaran Covid-19 secara real time yang terdapat di sepanjang rute yang akan dilalui.

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur deteksi kondisi fisik, yang dapat dilakukan denga melalui tahap-tahap berikut:

  • Tahap pertama, pengguna sistem operasi Android diwajibkan registrasi dengan memasukkan data nama, nomor telepon seluler, domisili, dan membuat password.
  • Tahap kedua, pengguna diminta memasukkan kode verifikasi yang sebelumnya telah dikirimkan oleh sistem melalui SMS ke nomor telepon seluler pengguna.
  • Tahap Ketiga, pengguna diharuskan melakukan diagnosis mandiri dengan menjawab beberapa pertanyaan terkait gejala yang dirasakan, riwayat kontak dengan penderita terkonfirmasi Covid 19, dan riwayat perjalanan.

Hasil jawaban dari pengguna ini yang akan diolah sistem untuk mendeteksi apakah pengguna tergolong berpotensi terjangkit Covid-19 atau tidak. Setelah itu, aplikasi tersebut juga akan memberitahu apakah daerah tempat pengguna berada tergolong zona merah Covid-19 atau tidak.

Selain itu, data terkait angka penyebaran Covid-19 juga akan disajikan di aplikasi ini. Data tersebut dijamin valid lantaran aplikasi ini bekerja sama dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

 

About The Author

Restia Setiowati

No Comments

Leave a Reply